Pages

Sabtu, 30 Juni 2018

Melihat DIA

sekejap
tak sengaja mata kita bertemu
tak ada kata yang terucap
hanya sekilas
ada perasaan  aneh
yang kurasa

masih kah perasaan ini ada?
perasaan yang kurasa sudah hilang
tapi sepertinya sedikit beda
mulai pudarkah?

hanya menyesal
bukankah harusnya tersenyum.
karena DIA bahagia
karena aku pun harus bahagia





Menabung Buat Masa Depan

Pernah liat video dan postingan orang tentang cara mereka mengumpulkan uang alias menabung. salah satu cara yang menurut saya unik adalah mengumpulkan uang Rp 20.000. jadi setiap ada uang Rp. 20.000 maka harus ditabung, jika misalnya ada kembalian Rp. 20.000 maka uang Rp.20.000 nya harus di tabungkan. sepertinya itu cara yang unik. hehehee ^_^

Saya akan coba selama 100 hari. dimulai dari hari ini dan berakhir di 7 Oktober 2018. nanti kita lihat ada berapa uang yang di dapat yah ? ^_^ 


Mengejar Sidang

Setelah sekian lama saya tidak bimbingan, akhirnya tersadarkan bahwa ternyata waktu berlalu begitu cepat dan sudah bulan juni lagi, dan dibulan juni ini ada waktu libur panjang karena libur lebaran sehingga tidak bisa untuk bimbingan. akhirnya, mulai merasa menyesal. 

akhir juni, mulai menemui dosen pembimbing dan mulai bimbingan, untung dosen pembimbing nya baik banget, tanggal 26 juni memberikan draft bab 1-bab 5, dan oleh dosen pembimbing dibaca dan diperiksa, kemudian tanggal 29 sudah dapat diambil revisiannya. cukup banyak yang perlu saya revisi, tapi setidaknya dosen pembimbing sudah mengarahkan jadi saya tidak terlalu bingung untuk merevisi nya. andaikan dulu saya sudah melakukan hal ini. hmmm. penyesalan selalu datang belakanngan bukan. tapi dari pada terus mengeluh dan menyesali yang sudah terjadi lebih baik mulai memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan dan tidak melakukannya lagi. 

semoga bisa mengejar sidang dibulan juli ini, Aamiin. 

tanggal 4-5 juli mulai bimbingan revisi nih, semoga oke dan bisa acc. kalaupun tidak langsung acc tidak terlalu banyak yang di perbaiki. ^_^ bismillah. semoga bisa. semoga lancar. aamiin. 

100 Hari Buat Ngurusin Badan

Artikel sebelumnya pernah saya posting bahwa saya mau diet, biar berat badan saya turun, nyatanya malah makin melar hahahaha. hanya sebatas rencana saja, hadeuhh.. bagaimana ini???? pengen kurus. hehehehe ^_^ 

sebenarnya tinggal fokus, niat pasti bisa, tapi sungguh... banyak godaannya. apalagi yang namanya MIE INSTAN hmmm yummy. wanginya itu lohh, gak nahan..

berat badan saya sekarang adalah 68.satu bulan puasa di bulan ramadhan tidak membuat berat badan saya turun. yeahh hanya segini-gini saja. harus bagaimanakah??

hmm..????mikir keras, susahkah buat kurus??

saya akan coba buat target 100 hari menguruskan badan. tapi ala saya saja. ^_^ kita lihat nanti apakah berhasil atau hanya sebatas rencana saja seperti dulu.

start 1 juli 2018
finish 7 Oktober 2018

100 hari lagi nanti saya posting yah. hahahaha ^_^ saya juga penasaran apa akan berhasil :)



Tes Ptesol Lagi

30 Juni 2018.
21.18.
Lovely Home
With My Niece.

Berhubung masa kadaluarsa tes PTESOL UPI yang dulu berakhir di tanggal 20 juli 2018 maka saya mulai tes lagi. saya daftar hari selasa tanggal 26 juni 2018 dan mulai tes nya kamis, 29 juni 2018. berhubung tes PTESOL ini jadi syarat buat sidang makanya harus segera perbaharui lagi.awalnya cuma iseng-iseng aja soalnya kan tes Ptesol yang dulu menggunakan nya sistem PBT, kalau sekarang pakai sistem CBT jadi hasilnya bisa langsung diketahui hari itu juga. sempat deg-degan sih soalnya tanpa persiapan banget. 

untuk tes nya sih sama aja, terdiri dari tes listening, structure sama reading. waktu nya juga sama kaya tes waktu lalu. kalian bisa lihat di artikel  Pengalaman Tes PTESOL di Balai Bahasa UPI.

seperti biasa, untuk persiapan tes ini saya hanya latihan dengan menggunakan geniustoefl. lumayan lah buat latihan meski aplikasinya trial. hehehe . ^_^

pas dulu, hasilnya kan 510, ternyata pas tes ptesol kali ini skornya turun, malah jadi 483. tapi setidaknya masih diatas rata-rata syarat sidang. syarat sidang itu minimal skor nya adalah 475.
Hasil trs ptesol 20 juli 2016

Hasil tes ptesol 28 juni 2018


tes ptesol  beres, tinggal acc tesisnya dan sidang, semangat!!!







Selasa, 23 Januari 2018

Pengalaman Menjadi Pengajar

Tahun ini, tepat 4 tahun saya menjadi pengajar.  awal lulus kuliah, saya mencoba melamar ke beberapa sekolah dan bimbel, dipikiran saya pada saat itu, dimana pun mengajarnya tak masalah, yang penting cari pengalaman dulu. singkatnya, saya diterima di satu sekolah dekat dengan rumah, kurang lebih 30 menitan saja jarak antara rumah dan sekolah ini. kebetulan sekolahnya masih baru jadi pengajarnya masih sedikit dan memang butuh banget. karena jumlah kelas nya hanya sedikit jadi saya hanya dapat 6 jam mengajar saja. dan hanya diberi 1 hari saja untuk mengajar. kata bagian kurikulum saya mengajarnya disatu harikan agar tidak harus bolak-balik, supaya tidak berat diongkos katanya. hehehe. maklum sebagai pengajar honorer, insentif yang diberikan memang tidak begitu besar, apalagi jam yang diberikan juga cuma 6 jam saja. 

Saya senang mengajar di sekolah tersebut, pengajar yang lainya baik dan pengertian. anak-anaknya pun tidak begitu bermasalah. hehhe hanya masalah disiplin waktu saja hehehe. ohhh iya dari tadi saya bilangnya pengajar bukan guru atau pendidik. rasanya saya belum pantas disebut guru atau pendidik, saya masih belajar untuk menjadi guru atau pendidik. masih jauh dari kata tersebut. jadi saya memakai kata pengajar saja yah. hmmm. kita lanjutkan. 

Sebagai seorang yang baru lulus kuliah, rasanya saya gak bisa diam saja dirumah, apalagi hanya ngajar cuma 1 hari. bertepatan saya diterima di sekolah tersebut, saya dapat telpon dari salah satu bimbel terkenal didaerah saya, bahwa lamaran kerja saya sudah dilihat dan saya bisa mengikuti tes tulis terlebih dahulu. dan tes tulisnya itu besok langsung. saya langsung mengiya kan dan besok nya saya tes tulis tanpa persiapan apa pun. singkatnyya tes tulis lulus, dan besoknya langsung tes mikroteaching. soal ini pernah saya cerita di postingan sebelumnya Hal yang Menarik Menjadi Pengajar Ganesha Operation Subang (GO).

Singkatnya saya pada saat itu diterima di sekolah dan di bimbel. jarak dari rumah ke sekolah cuma 30 menit, sedangkan jarak dari rumah ke tempat bimbel 1 jam saja jika pake kendaraan sendiri. kalau via angkutan umum bisa sampai 1 jam 30 menit. dibimbel saya ditawari untuk menjadi pengajar kontrak. pengajar kontrak itu mengajar dari hari senin-sabtu dari jam 10.00-18.00. sebenarnya jam mengajarnya dimulai dari jam 14.30-18.00. sedangkan dari jam 10.00-14.30 tugas dari pengajar kontrak adalah tugas administrasi seperti persiapsan materi, membuat laporan kegiatan harian, membuat student intimacy (SI), sebenarnya tugas administrasinya tidak begitu banyak, jadi terkadang di jam tersebut banyak diamnya. paling yang dilakukan adalah mempersiapkan materi agar pada saat mengajar bisa lebih mantap. awalnya aga bingung sih apakah ambil tawaran pengajar kontrak atau tidak, berhubung disekolah cuma 1 hari dan hari lainnya banyak nganggurnya akhirnya saya memutuskan mengambil kerjaan di bimbel sekaligus mengajar di sekolah. 

Awal-awal masih bisa menyesuaikan jadwal disekolah dengan di bimbel. tapi lama-lama kerjaan dibimbel ternyata melelahkan karena harus ikut promosi juga dan waktu promosi itu biasanya dipagi hari jadi pasti mengganggu aktivitas mengajar di sekolah. akhirnya setelah 1 tahun setengah mengajar di sekolah dan di bimbel akhirnya saya resign dari sekolah karena merasa malu karena sering izin untuk kerjaan di bimbel. saya lebih memprioritaskan bimbel karena pada saat itu saya kerja kontrak dan ada hitam diatas putih jika saya harus resign bukan pada waktunya maka akan ada penalty. 

Sebenarnya banyak pertimbangan untuk memilih antara sekolah dan bimbel pada saat itu. karena saya banyak kerja di bimbel otomatis saya tinggal dekat dengan tempat bimbel. dan ini membuat jarak kerja ke sekolah menjadi cukup jauh. perlu 2 jam perjalanan ke sekolah. dimana saya harus berangkat pukul 5.00 supaya tepat jam 7.00 nyampe sekolah. karena cukup melelahkan dan rasa malu karena sering izin untuk tidak ke sekolah, dan jika rapat tidak bisa hadir karena kerjaan di bimbel, dan kontrak kerja dibimbel masih belum selesai akhirnya saya memutuskan untuk resign.  saya tidak ingin mendapat gaji buta. ngajar tidak gajian iya. hehehe.  mohon maaf yah. mungkin ini terdengar saya sangat egois. entahlah, rasaya pada saat itu saya merasa bingung untuk memilih resign. 

Setelah saya resign dari sekolah, saya tidak berhenti untuk mengajar di sekolah. saya mencoba melamar ke sekolah yang dekat dengan tempat bimbel dimana saya bekerja. beruntung ada teman yang nawarin, katanya ada lowongan pengajar IPA. berhubung teman saya ini mau pindah ke luar kota. jadi saya diminta untuk menggantikan beliau. alhamdulillah akhirnya saya bisa mengajar lagi di sekolah. hehehhe. 

September 2015 saya beralih status dari kontrak ke pengajar freelence, dan itu lebih leluasa. lebih banyak waktu. dan bisa mengajar di sekolah dan di bimbel lebih free. sudah 2 tahun berarti saya sekarang menjadi pengajar freelence di bimbel. sebenarnya jika harus memilih menjadi pengajar kontrak atau freelence di bimbel itu hmmmmm rasanya saya akan memilih freelence. meskipun untuk gaji pengajar kontrak itu cukup besar tapi waktu kerja lebih banyak. sedangkan pengajar freelence gaji tidak menentu tapi waktu kerja lebih leluasa jadi bisa kerja selain di bimbel. hehehe. 

Awal mengajar dibimbel, tujuannya adalah ingin bisa mengajar materi lebih menyenangkan. ingin siswa bisa paham apa yang saya ajarkan, dan ingin membuat proses pembelajaran menyenangkan. kenapa saya memilih bimbel ini? karena dulu sewaktu saya SMA saya pernah menjadi murid bimbel disini. dan ternyata pengajar-pengajar dibimbel tersebut keren-keren. cara ngajarnya bagus banget. makanya saya ingin seperti mereka. ingin bisa mengajar seperti mereka, menyenangkan dan belajar jadi tidak terasa, materi susah menjadi mudah. keren abis lah. katanya menjadi pengajar di bimbel tersebut itu ada palatihannya makanya bisa sehebat itu. dan ternyata benar. ketika saya diterima di bimbel tersebut saya tidak langsung mengajar, saya disuruh melihat pengajar senior bagaimana mereka mengajar. kemudian ada pelatihan bagaimana saya harus mengajar. kemudian saya disuruh mengajar kemudian dikomentari oleh sesama pengajar yang lainya. kami dilatih oleh pengajar dari bandung. keren abis lah. banyak pengalaman yang dapat diambil. tidak rugi bisa mengajar di bimbel ini. 

Sebenarnya ada plus minusnya mengajar di sekolah mau pun di bimbel. tapi nikmati saja. ^_^





Kesibukan Awal Tahun 2018

Happy new year all.

Di awal tahun baru ini, banyak kesibukan yang menanti. Pertama menyelesaikan tesis khususnya bab 4 dam bab 5. Kedua, tugas sekolah yang tak kunjung selesai. Besok niatnya mau stay dibandung, tapi apalah daya ternyata ada agenda disekolah yaitu ngurusin e-raport. Sekarang administrasi sekolah segalanya via online. Jadi sebagai guru harus update dan melek teknologi.

Tadi pagi, rapat pertama disemester genap ini, gak banyak yang diobrolkan sih, cuma ngomongin rpp harus segera diselesaikan, perkenalan dengan pengawas baru dan pengumuman pengisian e-raport besok. Sebenarnya gampang sih cuma tinggal masukin nilai siswa aja. Cuma masalahnya pengisiannya ini harus online dan pake server sekolah jadi gak bisa dikerjain dirumah, harus disekolah. Tak apalah. Nikmatin aja.

Jadi agenda sekarang ini: ke bandung, niatnya nanyain ke teman hal yg gak dipahami terkait tesis saya. Udah gitu selesaikan. Besok subuh ke subang lagi ngisi e-raport. Dan langsung cus ke bandung lagi. Kamis jumatnya izin dulu disekolah deh. Gak apa apa kali yah.
Semoga di izinkan. Aamiin. Dna semoga tesis saya bisa cepat selesai dan segera di acc dan cepet sidang. Aamiin.

Ada hal yang menarik hari ini. Ketemu guru bahasa inggris saya sewaktu smp. Dan beliau masih ingat nama saya. Seneng banget. Hehehe hal kecil seperti iti ternyata membuat senang.

Jadi pelajaran buat saya. Saya Sebagai seorang siswa dan saya diingat namanya oleh guru saya, saya senang. Jadi sekarang saya yang sebagi guru berarti harus terbiasa mengingat nama siswa siswa saya meski jumlahnya banyak. Karena hal kecil seperti itu akan membuat siswa senang.
Jika siswa merasa senang dan nyaman terhadap gurunya akan lebih mudah dalam proses pembelajaran dikelas.

Menjadi guru itu tidak mudah. Bukan sekedar menjelaskan materi tapi juga mendidik siswa sehingga menghasilkan siswa yang berkarakter baik.  Sulit tapi harus dijalani. Saya memang bukan guru yang baik, saya masih harus banyak belajar akan kesabaran. Saya masih kesal jika siswa ribut, saya masih mudah marah jika siswa tidak memperhatikan, saya masih emosi ketika siswa nilai kecil, saya masih marah ketika siswa tidak mengerjakan tugas. Terkadang saya merasa benci kepada siswa siswa yang nakal. Padahal seharusnya sebagai seorang guru, tak pantas untuk membenci siswa siswanya. Yang perlu dibenci hanya sikapnya jangan orangnya. Mereka nakal punya alasan. Sebagi seorang guru seharusnya bisa merangkul dan membimbing siswanya. Makanya saya masih perlu banyak belajar lagi bagaimana membimbing siswa, kesabaran membimbing siswa.